Tampilkan postingan dengan label Laporan TKJ1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan TKJ1. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

OSI layer

     OSI merupakan sebuah model arsitektur jaringan terbuka yang dibuat oleh ISO (International Organization of Standarization) tahun 1977. Mengapa dikatakan terbuka, dikarenakan model arsitektur jaringan sebelum OSI sangat terbatas pada vendor-vendor yang digunakan. dan setelah munculnya OSI, memudahkan dalam sistim jaringan komputer dikarenakan tidak terbatas pada software vendor apapun dan hardware apapun.

     Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

     Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

1. Pada Layer Physical, data akan dikirim dalam bentuk sinyal analog/ berupa gelombang dan dibaca sebagai biner ( 0 atau 1 ).

2. Dan pada Layer Datalink terjadi segmentasi dan re-assembling data yang masuk dari layer physical serta penambahan Header pada data. Didalam layer datalink ini data disebut Frame. disini sudah mulai ditentukan data akan masuk pada hardware seperti apa, MAC address dsb.

3. Di Layer Network data akan diberikan alamat IP, menentukan kemana data akan ditransmisikan, dan menjaga trafik pada jaringan. data pada layer ini disebut Packet. disini terdapat protocol yang berperan yaitu:

ARP (Address Resolution Protocol) : yaitu protokol yang berfungsi untuk mendata siapa atau tujuan kemana data akan dikirimkan. yaitu dengan meresolusi alamat IP ke MAC address dari hardware tujuan data tersebut.

RARP (Reverse Address Resolution Protocol) : yaitu protokol yang mendata juga tujuan data akan dikirimkan atau siapa yang berada pada jaringan itu. yaitu dengan meresolusi MAC address tujuan tersebut kedalam bentuk IP dari hardware tujuan itu.

ICMP (Internet Control Message Protocol) : yaitu protokol yang berfungsi sebagai pengirim pesan kesalahan, seperti komputer tujuan tidak dapat dijangkau dsb.

IGMP (Internet Group Management Protocol) : yaitu protokol yang mendeteksikan pada router tentang adanya group jaringan multicast dan juga mengetahui beberapa host tertentu yang tergabung dalam multicast tertentu.

4. Di Layer Transport data dipecah-pecah menjadi beberapa bagian tergantung pada hardware yang tujuan. protocol yang bertugas disini ialah TCP dan UDP.

TCP : Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk application yang dapat diandalkan / reliable
UDP : Protokol yang sifatnya unreliable / yang bertugas menambahkan alamat port, error control dan mengirimkan pesan-pesan proses melalui enkapsulasi atau dekapsulasi proses itu sendiri.

5. Session layer berguna untuk menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. 

6. Presentation layer berguna untuk mengkonversi data, seperti ASCII untuk dokumen, gif untuk gambar dsb. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. Protokol yang berada pada layer ini adalah :

TELNET : Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host,data berjalan berupa teks.

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) : Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima.

SNMP(Simple Network Management Protocol) : Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan untuk mengelola hardware di jaringan yang digunakan.

7. Aplication layer
Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

Minggu, 29 Juli 2012

Pengertian DDL & DML

DDL - Data Definition Language
merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database.
Sedangkan,
DML - Data Manipulation Language
merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk proses pengolahan isi data di dalam table seperti memasukkan, merubah dan menghapus isi data - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database.



DDL - Data Definition Language

Seperti definisi yang telah dijelaskan di atas, DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (create), mengubah (alter) dan menghapus (drop) struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database.

Objek-objek database pada yang dimaksud - pada MySQL - adalah sebagai berikut :
  • Database
  • Table
  • View
  • Index
  • Procedure (Stored Procedure)
  • Function
  • Trigger
Berikut adalah contoh perintah DDL yang digunakan pada MySQL.
  • Pembuatan (CREATE)
    • CREATE DATABASE
    • CREATE FUNCTION
    • CREATE INDEX
    • CREATE PROCEDURE
    • CREATE TABLE
    • CREATE TRIGGER
    • CREATE VIEW
  • Perubahan (ALTER & RENAME)
    • ALTER DATABASE
    • ALTER FUNCTION
    • ALTER PROCEDURE
    • ALTER TABLE
    • ALTER VIEW
    • RENAME TABLE
  • Penghapusan (DROP)
    • DROP DATABASE
    • DROP FUNCTION
    • DROP INDEX
    • DROP PROCEDURE
    • DROP TABLE
    • DROP TRIGGER
    • DROP VIEW

DML - Data Manipulation Language

DML sendiri adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan pekerjaan mengolah data di dalam table - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database seperti table, column, dan sebagainya.

  • CALL
  • DELETE
  • DO
  • HANDLER
  • INSERT
  • LOAD DATA INFILE
  • REPLACE
  • SELECT
  • TRUNCATE
  • UPDATE

Jumat, 27 Juli 2012

Pengertian Mysql

MySQL adalah sebuah perangkat lunak iasm manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta iasm atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius

Relational Database Management System

MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu iasm database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL ias sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.

Keistimewaan MySQL

MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
  1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
  2. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
  3. 'Multiuser'. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
  4. 'Performance tuning'. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
  5. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
  6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
  7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses userdengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
  8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
  9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
  10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
  11. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
  12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
  13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle

Senin, 23 Juli 2012

Cara Install AppServ 2.6.0

Pada postingan saya kali ini saya akan menjelaskan cara install AppServ 2.6.0


Langsung saja ke langkah yang pertama : Download AppServ di http://www.AppServNetwork.com 
2. Setelah di download, double klik pada appserv-win32-2.6.0.exe
3. Setelah itu akan muncul seperti ini, klik Next >
4. Klik I Agree untuk melanjutkan
5. Jika ingin mengganti Destination folder klik browse. Lalu klik Next >
6. Centang semua komponen yang dibutuhkan. Lalu klik Next >
7. Isikan server name dengan “localhost” dan email anda mis “rahmandan80@yahoo.com" . Kemudian klik Next >.
8. Kemudian isi Password anda dua kali, kemudian klik Install.
9. Proses instalasi sedang berjalan, tunggu hingga selesai. Kemudian klik Finish.
10. Buka browser Anda misalnya Google Chrome dan ketikkan localhost/phpmyadmin di address bar, kemudian tekan enter. Apabila muncul tampilan seperti gambar di bawah ini berarti proses instalasi sudah berhasil.

Jumat, 20 Juli 2012

Konversi Bilangan (Biner, Desimal, Oktal, Hexadesimal)

Sebelum mengkonversikan bilangan alangkah baiknya kita mengetahui apa itu bilangan biner, desimal, oktal, hexadesimal.

Kita mulai dari bilangan biner
Bilangan biner atau yang biasa disebut bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1.
Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII,American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.

Lalu kita lanjutkan ke Desimal
Bilangan desimal atau yang biasa disebut sistem bilangan berbasis 10 adalah sistem bilangan yang menggunakan 10 macam dari angka 0,1 sampai dengan 9.

Lanjut ke bilangan oktal
Bilangan oktal adalah sebuah sistem bilangan basis 8. Simbol yang digunakan dalam sistem ini adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Konversi Sistem Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner yang dikelompokkan tiap tiga bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least Significant Bit).

Dan yang terakhir hexadesimal
Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan menggunakan huruf A hingga F. Sistem bilangan ini digunakan untuk menampilkan nilai alamat memori dalam pemrograman komputer. 

Nah setelah tahu arti dari tiap2 bilangan kita mulai cara konversi bilangan
Kita mulai dari desimal ke biner ---> misal bilangan yang ingin kita konversikan adalah 30
---> maka langkah yang harus kita lakukan adalah membagi dua bilangan tersebut --> 30 : 2 = 15
---> jawaban di atas benar namun bukan seperti itu yang kita inginkan. langkah yang benar sebagai berikut 
---> 30 : 2 = 15 sisa 0. Nah langkah selanjutnya adalah membagi angka 15 dengan 2 
---> 15 : 2 = 7 sisa 1. INGAT selalu bagi dengan angka 2 dan catat sisanya.
----> hingga caranya seperti berikut ini : 30 : 2 = 15 sisa 0
                                                          15 : 2 = 7 sisa 1
                                                           7 : 2 = 3 sisa 1
                                                           3 : 2 = 1 sisa 1
                                                           1 : 2 = 0 sisa 1
                                                           0 : 2 = 0 sisa 0
---> Nah setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas.
---> maka hasilnya adalah 011110, angka 0 di awal tidak perlu di tulis maka hasilnya seperti ini 11110

Kita lanjutkan dari desimal ke oktal ---> misal bilangan yang ingin kita konversikan adalah 30
---> maka langkah yang harus kita lakukan adalah membagi bilangan tersebut dengan angka 8
---> 30 : 8 = 3 sisa 6
---> 6 : 8 = 0 sisa 2
---> 0 : 8 = 0 sisa 0
---> maka hasilnya 26.

Kita lanjutkan lagi dari desimal ke hexadesimal ---> misal bilangan yang ingin kita konversikan adalah 230
---> maka langkah yang harus kita lakukan adalah membaginya dengan 16
---> 230 : 16 = 14 sisa 6
---> 14 : 16 = 0 sisa E
---> 0 : 16 = 0 sisa 0
---> maka hasilnya adalah E6.

Dan untuk sementara saya hanya paham dari desimal ke biner, desimal ke oktal, desimal ke hexadesimal. Untuk yang lainnya akan segera saya posting lagi segera.
      

Kamis, 19 Mei 2011

Pemrogaman Shell4

Script menentukan bilangan genap

#!/bin/bash
clear
echo " Masukkan angka 1= "
read f
echo " Bilangan genap dari 30 sampai $f adalah = "
for ((i=30; is=$f; i--))
do
C=$($i%2))
if [ $C -eq 0 ];
then
echo $i
fi
done

  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba6.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba6.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba6.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.


Senin, 16 Mei 2011

Pemrogaman Shell3 part4

Operasi Pembagian


#!/bin/bash

echo " Masukkan Bil Pertama = "
read z
echo " Masukkan Bil Kedua = "
read x
let hasil=$z%$x
echo " Hasil = $hasil "

  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba6.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba6.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba6.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.

Pemrogaman Shell3 part3

Operasi Perkalian


#!/bin/bash

echo " Masukkan Bil Pertama = "
read z
echo " Masukkan Bil Kedua = "
read x
let hasil=$z*$x
echo " Hasil = $hasil "

  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba5.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba5.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba5.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.

Pemrogaman Shell3 part2

Operasi Pengurangan


#!/bin/bash

echo " Masukkan Bil Pertama = "
read z
echo " Masukkan Bil Kedua = "
read x
let hasil=$z-$x
echo " Hasil = $hasil "

  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba4.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba4.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba4.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.

Pemrogaman Shell3 part1

Operasi Penjumlahan

#!/bin/bash

echo " Masukkan Bil Pertama = "
read z
echo " Masukkan Bil Kedua = "
read x
let hasil=$z+$x
echo " Hasil = $hasil "

  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba3.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba3.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba3.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.

Pemrogaman Shell2

Menerima Input Dari User

#!/bin/bash
echo " silahkan tekan tombol [u] "
read input
if [$input = "u" ];
then
echo " anda telah memasukkan input dengan benar "
else
echo " anda salah memasukkan input "
fi
exit 0



  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba2.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba2.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba2.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.

Pemrograman Shell

Menampilkan String Berulang Ulang Kali
#!/bin/bash
for jumlah in "n"
do
echo " Belajar Pemrogaman Shell "
done



  1. Pertama buka terminal pada linux anda.
  2. Lalu buka nano dengan nama coba1.sh
  3. Kemudian Ubah hak akses file tersebut dengan mengetik "chmod +x coba1.sh"
  4. Selanjutnya buka file tersebut dengan mengetik "./coba1.sh"
  5. Ingat yang saya berikan ini untuk debian4, ubuntu, dll.